Senin, 22 April 2013

Pertaruhan


Seseorang mengejar mimpi mereka dan mempertaruhkan hidupnya
Seseorang yang lain mempertaruhkan impian dan hidupnya demi cintanya
Seseorang yang lain lagi mempertaruhkan cintanya demi orang lain yang lebih ia cintai
Aku
tak berani mempertaruhkan apapun
bukan manusiakah aku ?

Kamis, 03 Januari 2013

menikam ketakutan

melihat tetes embun pagi ini, tak seperti biasanya
tiap tetesnya seperti waktu mundur bagiku

waktu tak bisa dihentikan
waktu tak bisa dihindari
haruskah aku menjadi seorang pembunuh,
pembunuh waktu ?

manusia sepertiku tak cukup kuat untuk membunuh keabadian sang waktu
bahkan untuk menahannya pun, aku takkan mampu
namun ia terus mengejar dan aku tak kuasa untuk berlari

jadi
ia tak bisa dibunuh
lalu apa yang harus kubunuh ?
hidupku tak tenang !

gemercik embun membasahi wajahku
ia turun dari dedaunan hijau, tepat diatas kepalaku

aku tersadar
yang harusnya kubunuh bukanlah waktu
ia hanya kambing hitam penguasa ketakutan

aku bersiap
bersamaan dengan menyingsinya sang fajar
aku menikam sang penguasa ketakutan
ia hanya melihatku dan berkata, "mengapa kau bunuh aku ? aku sahabatmu.."
nadanya mulai meninggi, "AKU SELALU MELINDUNGIMU DARI SANG WAKTU TAPI APA BALASANNYA....."
dan kemudian 
menghilang...




(05.00)

Jumat, 19 Oktober 2012

Ibu


            Suatu ketika ada seorang anak yatim bertanya pada ibunya di suatu sore, “bu, ayah itu apa ?”. Sang ibu hanya diam, menyedu segelas tehnya, dan menjawab pertanyaan anaknya, “anakku, ketahuilah, ibu adalah ayah”. Jawaban ibunya membuat anak itu memutar otaknya yang baru berusia 5 tahun. “Maksudnya apa bu ? Jadi ayah adalah ibu ?”, tanya sang anak dalam sebuah kebingungan. “Bukan anakku, ibu adalah ayah, tapi ayah bukanlah ibu”.

            14 tahun setelah perbincangan mereka, sang anak kembali menemui ibunya. Di tempat yang sama, dengan aroma teh yang masih pekat, tak berbeda. “Ibu, terima kasih sudah bekerja keras selama ini, ibu adalah ayah yang sempurna untukku, sekarang, ibu beristirahatlah, biarkanlah aku yang mencoba memainkan peran yang selama ini telah ibu perankan dengan sempurna”.
            Sebuah senyum mengembang di mulut sang ibu, sesaat sebelum kotak kayu itu ditutup.
           
Terima kasih Ibu.

Jumat, 21 September 2012

tanda


Angin malam ini terasa asing
dinginnya tak seperti biasanya
membawa kesejukkan
sekaligus menusuk menyakitkan

            Tak sekedar angin
            balada sang harmoni pun seperti bersekutu dengannya
            memberikan sebuah ketenangan
            namun menyiratkan sebuah kepiluan
            melankolis..

Selasa, 14 Agustus 2012

Sajak di Tepi Semenanjung


terdiam sejenak
sekejap aku merasakan hembusan angin pagi di tepi pantai
secerca cahaya dan hembusan udara hangat menembus ari
Bathara Surya
pemberi hangat sang semesta
penyegar semangat abadi

termenung aku di tepi pancarnya
membeku aku dalam hangat yang bisu
siapa aku
terlalu kecil untuk menerawang apa mau sang surya
terlalu lemah untuk menyelidiki rencana besarnya

aku kembali terdiam
terdiam dalam dinginnya sang Naara
tergerus ombak…

Rabu, 11 Juli 2012

Find a balance


Keseimbangan adalah sebuah visi, mendekati, tapi takkan tercapai” – asumsi
0.55
Seperti biasa, malam ini adalah malam minggu, maksudku, bagiku setiap hari adalah malam minggu, selama liburan, hanya selama liburan.
Malam minggu, identik dengan “bermain di luar rumah” atau bagi yang sudah berpasang-pasangan terkenal dengan “NGAPEL” atau dalam Javanesse Language “MBOJO”, tapi tidak dengan “malam minggu”-ku kali ini.
Berbeda.
Aku dirumah, menghabiskan dengan seorang wanita lanjut usia dan seorang wanita paruh baya.
Ibu dan nenenkku.
Tidak dengan “saudaraku” atau “kekasihku”

Mungkin bagi orang yang belum mengenalku, kutipan situasi di atas merupakan hal yang biasa saja, bahkan sangat biasa saja.
Namun, bagi ku, menghabiskan waktu dirumah merupakan hal yang tidak biasa, luar biasa.
“Hyperbola” !
Tidak. Karena memang begini keadaannya.

Biasanya,
Malam hari adalah waktu “belajar”-ku. Belajar tidak selalu di depan buku setepal 186 halaman. Belajar, esensinya, aku mendapat hal baru,mempelajari hal baru, atau memaknai hal baru. Baru. Baru aku ketahui, atau memang, baru. Belajar dari siapapun, kapanpun, dimanapun, dan dalam situasi apapun.

Luar biasanya,
Semenjak kepulanganku dari rumah Claudius (Barly), aku tak lagi menampakkan batang hidungku di luar rumah. Tidak seperti biasanya, malam ini aku tak berkunjung ke PK (Palm Kuning, Burjo) atau bertandang ke rumah Aditya (Murti). Bahkan aku membatalkan janjiku bernostalgia bersama Gorginia (Cikita).


Aku ingin hidupku, kali ini, hari ini, mendekati ke level yang seimbangan.
Ada kalanya aku harus dirumah, membuka perbincangan antar generasi dengan nenenkku, atau menginput petuah bijak karya ibuku.
Ya.
Kami saling membutuhkan, seperti aku dan kalian,aku dan kamu
aku dan
DIA
-n-

Senin, 02 Juli 2012

Beautiful Life


Manusia selalu ingin tahu, tanpa ia tahu sampai dimana batas ke-tahu-annya – asumsi
Aku, kamu, kita, mereka
Tidak ada yang tahu sampai dimana batas keingintahuan kita, ataupun batas ke-tahu-an pikiran kita
Aku, kamu, kita, mereka
Ingin memahami isi dunia ini, ingin mengerti isi dunia ini,
ingin memahami satu sama lain, ingin mengerti satu sama lain, dan
diri sendiri
akupun begitu

aku tak mungkin menjadi kamu, kamu tak mungkin menjadi aku
terlalu tamak rasanya ketika aku ingin mengerti seluruh isi dunia
dunia punya misteri, dan misteri itu akan dibuka sejalan dengan kehidupan manusia
sama hal-nya dengan kamu, aku, kita, mereka

biarkanlah itu berjalan seperti apa yang direncanakan oleh semesta
aku akan mengerti, kamu akan tahu
tanpa kita harus bersikeras untuk
mengerti, mencari tahu

hey, dunia ini terlalu indah untuk dimengerti seluruhnya
sama seperti kamu :)
World have the own way to tell us, just walk and look around us

this my own way to write, and my own way to look this world
cheers :)